Wednesday, December 11, 2013

Apa Kabar Gerik Mati

apa kabar mentari...
aku menatap mu di setiap gerik mata...
ku katup sepi bersama lirih airmata..
mengalir pedih.. membunuh ringkih...

wahai pengisi mata hati..
apa kabar kini di tepi rindu yang mati...
sadarkah kau aku rindumu disini...
yang kini bagai intan yang tak mampu kumiliki...

ah... aku mati..
aku tersungkur dan tersudut...
ah.. aku pergi..
terbawa benci dan cinta yang tak pernah mati...

bagimu wahai pengisi hati..
suatu saat kau akan mengerti..
betapa cintaku penuh arti...
seperti simfoni yang terus lelap bersamamu disisi...

Saturday, July 13, 2013

Aku..

Layakkah Aku Duduk Bersama Matahari Pagi..
Sedang Aku Hanyalah Awan Mendung..
Bisakah Aku Duduk Bersama Bulan Dan Bintang..
Sedang Aku Hanyalah Cahaya Terang Penyendiri..
 
Aku Inginkan Kawan Tuk  Temani Canda Tawa..
Tapi Aku Bak Benalu Pengganggu Yang Tak Dibutuhkan..
Aku Inginkan Tawa Bersama Semua Semesta..
Tapi Aku Bak Terbungkam Oleh Umpatan Dan Cacian..
 
Aku Mungkin Hanya Paku Berkarat..
Pembawa Luka Dan Penyakit..
Aku Bisa Saja Menjadi Yang Tak Tersebut..
Namun Hanya Membawa Beban Tuk Bangkit..
 
Biarkan Saja Aku Tertawa Sendiri..
Berteman Sepi Dan Lampu Redup..
Biarkan Saja Aku Bercanda Sendiri..
Bersama Paku Paku Berkarat..

Friday, July 12, 2013

Daun Kering dalam Timangan Senja

Lihatlah Dedaunan Kering Yang Berjatuhan..
Terbawa Angin Jatuh Ke Perairan..
Mengalir Mengikuti Arus Air Ke Arah Selatan..
Menuju Ke Muara Indah Di Pinggir Lautan..
 
Lihatlah Dedaunan Lain Yang Berjatuhan..
Terbawa Angin Jatuh Diatas Kelopak Bunga..
Bunga Berdaun Lebar Dan Mengapung Di Perairan..
Bunga Teratai Yang Indah Ibarat Mahkota..
 
Burung Burung Menari Bersama Dedaunan..
Bersiul Bersenda Gurau Sambil Terbang Kelangit..
Langit Senja Yang Penuh Dengan Guratan Awan Putih..
Seputih Kapas Selembut Sutra Selebar Semesta..
 
Lihatlah Dedaunan Kering Di Penghujung Senja..
Bersiap Tuk Tidur Panjang..
Berteman Batang Kayu Tua Berurat..
Dengan Akar Akar Menjulang Diatas Tanah..

Thursday, July 11, 2013

Aku Dan Dosaku

Malam Telah Berlalu Bersama Tetesan Embun Pagi Yang Datang..
Seperti Tersenyum Bulan Berjalan Menghilang..
Lalu Mentari Menyambut Embun Embun Yang Menari..
Memberi Kehangatan Yang Terasa Begitu Hangat..
 
Aku Tlah Lewati Malam Yang Penuh Siksa..
Malam Yang Terlalu Banyak Memori Tentang Kehancuran..
Mungkin Saja Aku Akan Terus Mengais Sampah Kehidupan..
Bila Malam Tak Hilang Bersama Rintik Hujan..
 
Jika Memang Hati Ini Adalah Rasa Bosan Nan Benci..
Jika Memang Pikir Adalah Tentang Kemunafikan..
Layak Kah Seorang Makhluk Tak Bersayap Ini..
Terbebas Dari Siksa Batin Yang Mengarat..
 
Ibarat Pada Kayu Yang Berlubang..
Tertancap Paku Begitu Dalam Nan Besar..
Lubang Tak Mungkin Tertutup Oleh Waktu..
Dan Tak Mungkin Tertutup Sendiri..

Wednesday, July 10, 2013

Kami Dalam Puisi

 
Ini Adalah Cerita Kami ..
Tentang Bagaimana Kami Memulai Setiap Langkah Kami ..
Tiga Orang Ingusan Dengan Rencana Tiada Arahan ..
Mencoba Bangkit Dari Kebingungan ..
 
Kami Adalah Titisan Demigod ..
Dengan Tekat Bulat Menyeringai Ke Arah Dunia ..
Kami Adalah Keluarga Kecil ..
Dengan Bara Api Di Hati Yang Menggebu ..
 
Cerita Kami Berlalu Bersama Jam Pasir ..
Silih Berganti Pasukan Tuk Tentukan Kesepakatan ..
Waktu Akhirnya Menemukan Kami Pada Titik Terang ..
Berjumpa Dengan Dua Kawan Yang Berapi ..
 
Kami Adalah Titisan Demigod ..
Dengan Tekat Bulat Menyeringai Ke Arah Dunia ..
Kami Adalah Keluarga Kecil ..
Dengan Bara Api Di Hati Yang Menggebu ..
 
Beginilah Cerita Kami ..
Berlatar Belakangkan Sebuah Tawa ..
Beginilah Cerita Kami Semua ..
Lima Pasukan Yang Akan Terus Berkarya ..

Tuesday, July 09, 2013

Khalifah Dunia

Hilang Tertelan Panas Neraka..
Menguap Bersama Panas Bergejolak..
Mati Sajalah Bersama Jasad Jasad Mereka..
Yang Kaku Termakan Dosa Mutlak..
 
Keringkan Semua Darah Yang Tersisa..
Hembuskan Setiap Nafas Yang Tersimpan..
Remukkan Semua Sendi Sendi Jiwa..
Hamburkan Bersama Aroma Kegelapan..
 
Datanglah Padaku Hai Pekat Malam..
Peluklah Aku Dengan Dingin Menusuk Naluri..
Dekaplah Diriku Hai Hawa Malam..
Rangkullah Aku Dengan Setiap Inci Jemari..
 
Mati Terasa Seperti Hidup Kembali..
Hidup Terasa Seperti Mati Yang Tertunda..
Mati Adalah Pilihan Tuk Kembali..
Hidup Adalah Kegelapan Dari Dunia..
 
Datanglah Kau Penyembah Berhala..
Sembahlah Dia Mu Yang Kau Anggap Abadi..
Datanglah Bersama Para Khalifah Dunia..
Dan Segeralah Tersadar Dari Gelap Nurani..

Monday, July 08, 2013

Kembali

Kembalikan Aku Bersama Peri Peri Pelita..
Yang Berikan Terang Dalam Senja..
Dorong Aku Kembali Ke Dunia Nyata..
Tanpa Fana Dan Siksa..
 
Tarik Aku Kembali Ke Pangkuan Mu..
Hentikan Derita Dalam Batinku..
Derita Ini Menusuk Raga Ku Hingga Mati..
Mencabik Setiap Teriakan Siksa Ku...
 
Aku Mungkin Terlumur Oleh Dosa..
Tapi Aku Punya Nurnai Agar Kau Kembali..
Aku Mungkin Terbaur Aroma Kematian..
Tapi Aku Lingkaran Hidup Yang Tentram Di Dunia..
 
Tarik Aku Kembali Ke Atas Singgasana Ku..
Dorong Aku Dengan Kekuatan Mu..
Bangkitkan Aku Dari Setiap Godaan..
Hancurkan Hasutan Dalam Diri Yang Meronta..