Saturday, March 03, 2012

Syair Berdarah

Tiupan serulingmu, berdenting nyaring di indera pendengaranku
Seolah memanggil jiwa ini, di kesunyian hati tak terperih
Kutemui kau sang jubah hitam, di ujung persimpangan malam,
Sebongkah batu tertunduk pilu, manakala kau berkata,"waktumu sudah tiba...!"

Ilalang sontak cemas, berpegang teguh di akar rapuh
Pucat menghinggapi wajahnya
Manakala kau berkata,"waktumu belum tiba!"
 
Kau hampiri diriku, yang menggigil di tepi takdir
Kau lepaskan jubah kebesaranmu
Menyematkan di dingin badanku
"Telah tiba masamu bertemu kekasih jiwamu
Usah takut dan meragu 
Telah berakhir segala resah dan gundah di penantian hari-harimu"

Kusambut tanganmu, yang memelukku hingga bermandi peluh
Kitapun menari di angkasa, meninggalkan seonggok tubuh layu
Berselimutkan ilalang tertunduk haru di tepi batu

6 Comments:

Terimakasih telah berkunjung kawan.
Jika tidak keberatan silahkan tinggalkan komentar di bawah ini