Thursday, April 12, 2012

Keranda Kegelapan

isak tangis perih surutkan angkuh sombong hati manusiawi
Ruh ratapi musnah ragawi dgn mahkota permata ego di hati
Sisi tangan gelang intan tak lagi jadi saksi martabat diri
Sombong angkuh munafik menyeret siksa pedih tiada ampun lagi
Bertabur kembang hiasi kepergian
tanpa amal kebajikan yang di payungi mega gelap
Kereta senja pengantar menuju keabadian siap tanpa pandang
Roda insan pakaian hitam pengantar ke petilasan
Tiba kain kafan di tanah kramat petilasan di iringi doa kematian
Akankah kita diam dgn fenomena alam pengajar kebaikan atau diam tak peduli gejala alam

1 Comments:

Terimakasih telah berkunjung kawan.
Jika tidak keberatan silahkan tinggalkan komentar di bawah ini