Saturday, June 23, 2012

Pabila Rasa Itu Datang

pabila rasa itu datang
ada pilu di dinding hati
yang kadang sering ku coba tuk membunuh nya
namun semakin jauh tuk membuang
semakin terasa sesak di dinding hati
ada sakit
ada sesal
ada rindu
ada rasa bersalah.

hati tak bersalah
rasa tak berdosa
namun raga fana yang tak merasa
biarkan hati berbicara pada bahasa nya 
walau kadang kita tak mendengar
biarkan hati berpeluk
hingga menembus samudra dan cakrawala
sampai ia di ambang senja tuk duduk bersama.

biarkan sang waktu mencari tabir dari kehidupan
hingga terkuak misteri dari sang kalbu
biarkan sang asa terbang tuk melintas gurun dan samudra
hingga pada akhir nya
ia terduduk di ambang sore
tuk melihat mentari terbenam

Tuesday, June 19, 2012

Selamat Jalan Kawan

Kawan...
Seiring waktu berlalu
Semua kisah ini akan berhenti
Terpotong disatu waktu
Dan saat saat itu telah tiba
Kita harus berpisah diujung jalan ini
Kita harus berpencar memilih jalan kita
Pergi menuju takdir yang telah ditentukan
Menggapai asa yang telah terlukis
Membuktikan pada semuanya
Bahwa kita bisa!!!
Bahwa kita mampu!!!
31 Mei 2012 (Wasana Warsa)

Tuesday, June 12, 2012

Pagi Kelam Disisi Kerinduan

pagi sunyi
kelam iringi langkah kaki
berjalan dantara semak-semak tak bertepi
meniti sebuah langkah tak berarti
pijakkan kaki menapak pada setiap jengkal gundukan
menanti sebuah harapan dinantikan
bersama untuk mencari sebuah kedamaian
disisi sebuah rindu yang sudah tak tertahan
butir-butir embun menerpa wajahku
hawa dingin mulai merasuk disetiap inci tubuhku
darah ini perlahan membeku bagai batu
keras, sulit untuk lepas dan tak mudah untuk berai

Friday, June 08, 2012

Kulihat Kematian Begitu Indah

By Ivan Scumbag
Aku melihat kematian begitu indah
Bulat pucat purnama di langit yang gelap
Memenuhi rongga langit yang temaram dengan aroma dupa mistik yang misterius
Aku melihat kematian begitu indah
Lembut mengalir bening, membelai batu gamping warna krem yang berserak di dasarnya
Menciptakan riam-riam kecil
Membuat laju sepotong daun kering yang hanyut terguncang dan tertahan-tahan.
Lalu dengan sayap lembutnya, mengepak empuk dan terbang ringan melayang hampa.
Di tengah gurun tandus dia berkelana menunjukkan jalan pada setiap langkah pengelana yang tersesat
Gurun yang hanya menyisakan udara panas dan angin kuat berdebu
Yang menjelmakan hasrat liar dengan dominasi pada hidup
Bahkan hingga hari ini aku masih melihat kematian begitu indah
Tanpa harus ada darah yang tumpah dan nadi yang terkoyak
Tanpa harus ada tubuh yang tergantung kaku diatas kusen berdebu
Kematian melayang perlahan dan hinggap di lubuk kalbu yang mulai enggan untuk berdetak secara teratur
Hanya tubuh yang diam terbaring tenang
Seperti tidur panjang yang nyenyak dengan mimpi indah tanpa akhir
Dan kini keindahan itu memelukku
Menyergap lembut dari belakang dan mendekapku erat penuh hangat
Seperti kekasih yang menumpahkan segala rasa rindu
Ada tangisan bahagia dan kecupan rasa suka
Lalu kematian memasangkan kedua sayap mungilnya di belakang pundakku
Memberikan padaku mahkota bercahaya
Lingkaran bersinar yang melayang tepat diatas kepalaku
Aku seperti dewa matahari
Seperti dewa matahari badanku melayang ringan dan bercahaya penuh kharisma
Memendar dalam dingin dan udara yang tak berasa apa-apa
Aku melihat kematian sebagai serpihan dari puzzle yang harus dirangkai satu-persatu
untuk mendapatkan sebuah rupa yang utuh dan sempurna
Kematian maksimal
Kebebasan sejati
Dari rasa sakit

Wednesday, June 06, 2012

Secercah Harapan Hadir Kembali


hari ini...
matahari bersinar cerah
secerah hatimu yang tak lagi gundah
setitik cahaya mulai surutkan rasa mencekamku
kau perlahan hadir lagi dihariku
tapi...
aku masih bingung dengan semua ini
kau kembali hanya untuk permainkanku
atau benar-benar membuktikan janjimu
aku disini masih menunggu kepastian cintamu
aku hanya berharap
kau masih terus memegang janjimu
tepati semua kata-katamu

aku sadari dulu aku rancu denganmu
bimbang dengan semua rasaku
karena itu mungkin yang membuatmu seperti itu
aku akui...
dulu aku pernah lukai hatimu
dan aku pahami itu
mungkin seperti ini apa yang kamu rasakan dulu
diantara kebimbangan dan ketidak pastian akan semua rasa
antara  keduanya penuh ragu

Tuesday, June 05, 2012

Aku Masih Disini


senyummu itu
indah bukan sekedar indah
indah lebih dari yang dinamakan indah

dirimu itu
tidak cantik
tapi sungguh menarik
memikatku dengan baik
hingga tak mampu ku untuk meninggalkanmu

sekian lama kupendam rasa ini
hingga berkumpul dan menumpuk
tak sanggup lagi untuk kutahan

ku ungkapankan apa yang aku rasakan
tak kusangka..
ternyata kau lebih mencitaiku dari yang aku kira

perlahan waktu berlalu
satu cobaan mulai menghampiri
dua tiga cobaan berhasil kita lalui

tiba satu cobaan yang sangat berat
kau perlahat lepaskan tanganmu yang tadinya erat
kini perlahan lepas
pergi dan mulai menghilang

ya...
masalah itu memang berat
tapi mengapa kau sepeti ini
tak taukah apa yang kurasa
begitu sakitnya tak terkira

waktu kian berlalu
detik berubah menjadi jam
dan seterus nya hingga tak terhingga
aku masih disini setia menanti
menanti hadirmu kembali

Monday, June 04, 2012

Strategi Setan


gelap mulai bertahta
singkirkan singgasana Tuhan
penyesatan mulai dilakukan
setan berduyun menbujuk menuju lembah hitam

jeritan anak-anak tak berdosa
meracau dalam gelap malam
memecah sunyinya kehampaan
hancurkan kedamaian yang bertahta

insan tak berdosa
terpedaya tipu dayanya
cahaya kegelapan iringi langkah manusia
tuntun mereka menuju neraka

panasnya bara laksana surga
indahnya surga laksana bongkahan neraka
fatamorgana kelabuhi mata
pemuta balikan fakta menjadi senjata

Sunday, June 03, 2012

Dalam Sepiku

dalam gelap sepi
temaram sunyi iringi
langkah gontai manusia ini
terbuai oleh bidadari
yang mungkin datang dari surgawi

lambaian dawai-dawai asmara kian bergelora
membakar bara cinta yang membara
laksana dalam buaian cinta surga
tak berharap tuk segera sirna

bulir-bulir cinta ini telah menjelma
merasuk dalam seluk seluk raga
mengalir dalam setiap kepingan darah
melenyapkan semua rasa selain untuknya

Saturday, June 02, 2012

Kau Yang Tak Pernah Berlalu

tangan ini terus saja menulis tentangmu
tak mampu untuk kucegah
tak mampu pula untuk kutolak

hati ini mengungkapkan dengan jujur
meski lidah ini coba menghibur
raut wajah perlahan luntur
tak mampu tutupi luka yang telah tertabur

walau sabit-sabit ini terus melukai
cawan ini tak mudah untuk terurai
bercak-bercak hanya kotoran tak berarti
tak akan gugurkan cawan ini

anggur yang kau tuangkan dalam cawan ini
telah meresap dalam setiap rongga
menetap dan tak mudah untuk terberai
meskipun seribu anggur lain
coba tertuang didalam cawan ini


Friday, June 01, 2012

Kau Segalaku

Bait bait indah ini tercipta karenamu
Kau lah cahayaku dalam gelap malamku
Kaulah indahku dalam suramnya hatiku

Saat dirimu pergi
Semua inspirasi hilang mati
Semua fantasiana ini sirna
Semua bahagiaku ikut menghilang bersamamu

Setiap kata yang kutulis tak lagi bermakna
Setiap cerita kembali tak berharga
Setiap detikku kini telah berhenti
Setiap keeping darahku tak lagi mengalir

Kaulah pembawa kehidupanku
Kaulah ceritaku
Kaulah bagian dari diriku
kaulah bahagiaku