Saturday, December 29, 2012

Cinta Kan Ungkap Semua

sekalipun cinta telah ku uraikan
dan ku jelaskan panjang lebar
namun jika cinta kudatangi
aku jadi malu pada keteranganku sendiri
meskipun lidahku telah mampu menguraikan
namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang
sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannnya
kata-kata pecah berkeping-keping 
begitu sampai kepada cinta dalam menguraikan cinta
akal terbaring tak berdaya
bagaikan keledai terbaring dalam lumpur...
cinta sendirilah yang menerangkan cinta dalam percintaan

Karena Kita Adalah Satu

Ketika tunas ini tumbuh
Serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terhembus adalah kata
Angan, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu
Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu
Hanya angin meniup saja
Lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari
Menari cuma kita yg tau
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa Semua
Karena..
Kita..
Adalah..
Satu..

Dalam Gelap

Dalam gelap aku terbang
Dalam gelap aku terang
Dan jadikanlah engkau senja
Kerana gelap kau ada
Kerana gelap aku indah
Aku hanyalah kunang-kunang
Dan kau hanyalah senja
Dalam gelap kita berbahagi
Dalam gelap kita abadi

Friday, December 28, 2012

Atas Nama Cinta

Wahai kekasihku
Berjanjilah pada keagungan cinta agar sayap jiwamu
Dapat terbang bebas
Melayanglah bersama cinta laksana anak panah menuju sasaran
Cinta tidak pernah membelenggu
Karena cinta adalah pembebas yang akan
Melepaskan buhul-buhul keberadaan
Cinta adalah pembebas dari segala belenggu
Walau dalam cinta, setiap cawan adalah kesedihan
Namun jiwa pencinta akan memberi kehidupan baru
Banyak racun yang harus kita teguk untuk menambah kenikmatan cinta.
Atas nama cinta, racun yang pahitpun terasa manis
Bertahanlah kekasihku, dunia diciptakan untuk kaum pencinta
Dunia ada karena ada cinta…

Sepenggal Bait Untuk Layla

Wahai angin sampaikan salamku pada layla!
Tanyakan padanya apakah dia masih mau berjumpa denganku?
Apakah ia masih memikirkan diriku?
Bukankah telah kukorbankan kebahagiaan demi dirinya?
Hingga diri ini terlunta-lunta, sengsara di padang pasir gersang
Wahai kesegaran pagi yang murni dan indah!
Maukah engkau menyampaikan salam rindu pada kekasihku
Belailah rambutnya yang hitam berkilau
Untuk mengungkapkan dahaga cinta yang memenuhi hatiku
Wahai angin maukah engkau membawakan keharuman rambutnya padaku
Sebagai pelepas rindu
Sampaikan pada gadis yang memikat hati itu
Betapa pedih rasa hatiku jika tidak bertemu dengannya
Hingga tak kuat lagi aku menanggung beban kehidupan
Aku merangkak melintasi padang pasir
Tubuh berbalut debu dan darah menetes
Air mataku pun telah kering
Karena selalu meratap dan merindukannya
Duhai semilir angina pagi, bisikkan dengan lembut salamku
Sampaikan padanya pesanku ini :
Duhai layla, bibirmu yang selaksa merah delima
Mengandung madu dan memeancarkan keharuman surga
Membahagiakan hati yang memandang
Biarkan semua itu menjadi milikku!!!
Hatiku kini dikuasai oleh pesona jiwamu
Kecantikanmu menusuk hatiku laksana anak panah
Hingga sayap yang sudah patah ini tidak mungkin dapat terbang
Berbagai bunga warna-warni menjadi layu dan mati
Karena cemburu pada kecantikan parasmu yang bersinar
Engkau laksana dewi dalam gelimang cahaya
Surgapun akan tertarik untuk mencuri segala keindahan yang engkau miliki
Karena engkau terlalu indah dan terlalu berharga untuk tinggal di bumi!
Duhai layla, dirimu selalu dalam pandangan
Siang selalu kupikirkan dan malam selalu menghiasi mimpi
Hanya untukmu seorang, jiwaku rela menahan kesedihan dan kehancuran.
Jeritanku menembus cakrawala
Memanggil namamu sebagai pengobat jiwa, penawar kalbu
Tahukah engkau, tahi lalat di dagumu itu seperti sihir
Yang tidak bisa aku hindari
Ia menjadi sumber kebahagiaan yang telah memikatku
Untuk selalu mengenangmu
Membuat insan yang lemah ini tidak lagi mempunyai jiwa
Karena jiwaku telah tergadaikan oleh pesonamu
yang memabukkan jiwaku telah terbeli oleh gairah dan kebahagiaan cinta yang engkau berikan
Dan demi rasa cintaku yang mendalam aku rela berada dipuncak gunung salju yang dingin
seorang diri berteman lapar menahan dahaga
wahai kekasihku, hidupku yang tidak berharga ini
suatu saat akan lenyap tetapi biarkan pesonamu tetap abadi selamanya dihatiku.

Saturday, December 22, 2012

My Last Love II

Semenjak hari itu 
Pagi kala ku buka mata 
Yang kulihat adalah warna 
Bukan lagi hitam putih dunia 
 Dia ada ditiap pucuk udara yang ku hirup 
Wangi menusuk embun tepat di ulu hati 
Rasa sakit yang nikmat itu 
Mengikutiku dan sungguh 
Aku rela terlelap dalam dekapannya 
Tak peduli berapa ribu kali 
Ku ucap katanya dan ia menoleh 
Dalam melodi risau dan memuja 
Senyum itu menghempasku 
Menggulung mu dalam gemulai ombak 
Dipenghujung purnama

Friday, December 21, 2012

My Last Love

Adakah geliat, membuncah relung
Menggelitik hati hingga dasar palung hati dan kalbu
Adakah ragu yang membatasi cinta yang mengalir syahdu?
Ciptakan melodi pada jiwa pecinta ini
Hadirlah kasih...
Isilah bilik-bilik cinta ini dengan rasa yang tak pernah mati
Karena kau adalah cinta terakhirku

Tuesday, December 18, 2012

Legitimasi Logika Dan Cinta

saat legitimasi logika terlalu rendah menelaah setiap kata yang keluar dari mulut
saat semua rasa didasarkan pada apa yang dirasa pada saat pertama
hanya hina dan pemikiran tanpa arah jadi koyak nya rasa
setiap kata dan makna yang terlalu mudah untuk dicerna
sehingga pemikiran berbeda menjadi sebuah tonggak tak bermakna
mengikis setiap percaya yang menjadi sebuah cerita yang penuh derita
setiap dogma yang terlalu pagi menghianati cerita ini
menusukkan jeritan dan pekikan manusia jalang
dalam setiap hembusan darah yang menyusup dalam nadi

Friday, December 07, 2012

Biaskan Laraku

kata ini terlalu lama terpaku 
menyusup hingga relung jiwaku 
menekan dalam rangkaian nyanyian harapan 
menyisakan pedih dalam singgasana kelam 
rasa hanya mengekang jiwa 
biarkan aku meronta 
hujamkan aku seribu luka 
biaskan lara sirnakan duka 
aku berdiam diantara serpihan bintang
menghujam biduk biduk malam 
yang bertahta disisi gelap hitam
merangkai cahaya dalam temaram pelita

Monday, December 03, 2012

Dalam Panggilan Mu

aku berdiam diantara seruan surau surau Mu
memuji dalam risalah hati ini untuk Mu
bersama indah fajar yang kian temaram
mengikis terang bersama gelap yang menghitam

biarkan sejenak raga fana ini menghadapMu
menyerahkan segala urusan ke Hadirat Mu
biarkan aku sejenak bersimpuh
dalam hamparan peluh

aku hanya mampu berdiri
berpijak diantara durinya pilu