Friday, December 28, 2012

Sepenggal Bait Untuk Layla

Wahai angin sampaikan salamku pada layla!
Tanyakan padanya apakah dia masih mau berjumpa denganku?
Apakah ia masih memikirkan diriku?
Bukankah telah kukorbankan kebahagiaan demi dirinya?
Hingga diri ini terlunta-lunta, sengsara di padang pasir gersang
Wahai kesegaran pagi yang murni dan indah!
Maukah engkau menyampaikan salam rindu pada kekasihku
Belailah rambutnya yang hitam berkilau
Untuk mengungkapkan dahaga cinta yang memenuhi hatiku
Wahai angin maukah engkau membawakan keharuman rambutnya padaku
Sebagai pelepas rindu
Sampaikan pada gadis yang memikat hati itu
Betapa pedih rasa hatiku jika tidak bertemu dengannya
Hingga tak kuat lagi aku menanggung beban kehidupan
Aku merangkak melintasi padang pasir
Tubuh berbalut debu dan darah menetes
Air mataku pun telah kering
Karena selalu meratap dan merindukannya
Duhai semilir angina pagi, bisikkan dengan lembut salamku
Sampaikan padanya pesanku ini :
Duhai layla, bibirmu yang selaksa merah delima
Mengandung madu dan memeancarkan keharuman surga
Membahagiakan hati yang memandang
Biarkan semua itu menjadi milikku!!!
Hatiku kini dikuasai oleh pesona jiwamu
Kecantikanmu menusuk hatiku laksana anak panah
Hingga sayap yang sudah patah ini tidak mungkin dapat terbang
Berbagai bunga warna-warni menjadi layu dan mati
Karena cemburu pada kecantikan parasmu yang bersinar
Engkau laksana dewi dalam gelimang cahaya
Surgapun akan tertarik untuk mencuri segala keindahan yang engkau miliki
Karena engkau terlalu indah dan terlalu berharga untuk tinggal di bumi!
Duhai layla, dirimu selalu dalam pandangan
Siang selalu kupikirkan dan malam selalu menghiasi mimpi
Hanya untukmu seorang, jiwaku rela menahan kesedihan dan kehancuran.
Jeritanku menembus cakrawala
Memanggil namamu sebagai pengobat jiwa, penawar kalbu
Tahukah engkau, tahi lalat di dagumu itu seperti sihir
Yang tidak bisa aku hindari
Ia menjadi sumber kebahagiaan yang telah memikatku
Untuk selalu mengenangmu
Membuat insan yang lemah ini tidak lagi mempunyai jiwa
Karena jiwaku telah tergadaikan oleh pesonamu
yang memabukkan jiwaku telah terbeli oleh gairah dan kebahagiaan cinta yang engkau berikan
Dan demi rasa cintaku yang mendalam aku rela berada dipuncak gunung salju yang dingin
seorang diri berteman lapar menahan dahaga
wahai kekasihku, hidupku yang tidak berharga ini
suatu saat akan lenyap tetapi biarkan pesonamu tetap abadi selamanya dihatiku.

0 Comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung kawan.
Jika tidak keberatan silahkan tinggalkan komentar di bawah ini